HARI KIAMAT MENURUT HINDU

Apakah akan terjadi “Kiamat” ? Ya, disuatu saat kiamat atau dalam agama Hindu-Bali, disebut “Pralaya” pasti akan terjadi. Namun tidak seorang manusiapun bisa memperkirakan atau meramalkan kapan pralaya itu akan terjadi. Kenapa pralaya itu harus terjadi ? Karena Sanghyang Widhi akan menciptakan pembaharuan total pada kehidupan di dunia. Sumber sastra apa yang menyatakan hal ini ? Ada dalam Maha Bharata, khususnya dalam Bharata Yudha, dimana Prabu Salya berkata kepada cucu-cucunya : Nakula dan Sadewa : Dunia ini dibagi dalam empat zaman : Kerthayuga, Trityayuga, Dwaparayuga, dan Kaliyuga. Setelah zaman Kaliyuga, terjadilah pralaya. Ciri-ciri kehidupan manusia di keempat zaman itu : pada zaman Kerthayuga manusia hidup rukun damai, dharma, taat beragama dan sejahtera. Di zaman Trityayuga sudah ada sebagian kecil manusia yang sudah berbuat dosa, tidak melaksanakan dharma. Di zaman Dwaparayuga, manusia selalu terbelah dua, ada yang berbuat dharma, dan ada yang berbuat adharma, selalu bermusuhan, terjadi peperangan, saling mencurigai. Di zaman Kaliyuga, manusia sudah mengutamakan pemilikan benda-benda materi, harta menjadi objek utama yang dikejar dalam kehidupan, ingin memilikinya dengan cara apapun, alam dirusak demi kehidupan, jumlah manusia bertambah berlipat-lipat sehingga alam tidak mampu lagi memenuhi kebutuhan manusia, peperangan, teror dimana-mana, pemimpin pemerintahan berkongsi dengan pencuri dan penjahat, pemimpin agama dicaci-maki, manusia tidak takut kepata Tuhan, berbuat adharma tidak segan-segan, tidak ada rasa malu apalagi rasa berdosa.

Maka alam yang dirusak manusia murka. Terjadi bencana alam yang hebat : banjir, longsor, gempa bumi, tsunami, badai, gunung meletus dan lain-lain. Bila manusia merusak alam apakah alam akan binasa ? Tidak, tidak, tidak. Bila manusia merusak alam, maka alam akan membalas memusnahkan manusia. Alam tidak akan kalah, tetapi manusialah yang akan kalah. Kenapa ? karena tubuh manusia diciptakan dari unsur-unsur alam : pertiwi (tanah), apah (air), bayu (angin), teja (matahari), dan akasa (angkasa).

Bila manusia merusak alam, maka alam (bhuwana agung) akan menarik kembali bagiannya (bhuwana alit = tubuh manusia) untuk menyatu kepada-Nya. Dengan kata lain : ALAM TIDAK AKAN PERNAH MUSNAH. Yang musnah itu manusia. Setelah manusia dimusnahkan, maka alam akan menata kembali kehidupan baru, kembali ke zaman Kerthayuga. Itulah perlunya ada pralaya.

Bagaimana proses kejadian pralaya itu ? Seperti ketika awal penciptaan bumi, maka seluruh permukaan bumi akan tenggelam oleh air. Seluruhnya menjadi laut, tidak ada daratan sama sekali. Tidak ada kehidupan dalam jangka waktu lama. Selanjutnya Sanghyang Widhi akan menciptakan kembali kehidupan baru seperti kejadian pertama (baca di web ini : Tuhan menciptakan bumi untuk kesejahteraan manusia)

Kapankah zaman Kaliyuga dimulai ? Zaman Kaliyuga dimulai ketika Parikesit (cucu Arjuna) menjadi Raja Astinapura. Sekarang kita telah berada dizaman Kaliyuga. Lihatlah fenomena disekitar kita, sesuai dengan ciri-ciri pra-pralaya.

Om Awignamastu namo sidham

About these ads

One response to “HARI KIAMAT MENURUT HINDU

  1. I like it moga bacaan ini bisa merubah manusia hehehe

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s